Quranic Family Center (QuFa Canter STIQ Rakha Amuntai) adalah Gerakan alumni STIQ Rakha Amuntai yang fokus pada berbagai kegiatan khususnya pengembangan tahsin dan tahfizh di lembaga pendidikan di berbagai daerah.

Pengembangan Profesional Guru Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan SMP Negeri Se-Kabupaten Hulu Sungai Utara

AMUNTAI – Dalam upaya penguatan mutu pendidikan Al-Qur’an pada jenjang pendidikan formal, QUFA Center STIQ Rakha Amuntai kembali menyelenggarakan program pelatihan rutin triwulanan bagi Guru Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan SMP Negeri se-Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan ini merepresentasikan komitmen institusional dalam membangun kapasitas profesional pendidik secara berkelanjutan, khususnya pada aspek kompetensi pedagogik, profesional, dan spiritual.

Program pelatihan ini digagas dan dikoordinasikan oleh M. Syihabuddin, M.Pd., selaku Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Koordinator Tahsin SMP Negeri se-Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam kapasitasnya sebagai dosen STIQ Rakha Amuntai, beliau menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru tahsin dan tahfizh tidak dapat dilakukan secara sporadis, melainkan harus melalui sistem pembinaan terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan formal menjadi fondasi utama dalam memastikan kualitas pembelajaran Al-Qur’an tetap relevan dengan tuntutan pedagogi kontemporer.

Suasana pelaksanaan pelatihan triwulan Guru Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan SMP Negeri se-Kabupaten Hulu Sungai Utara yang diselenggarakan oleh QUFA Center STIQ Rakha Amuntai di Aula Agung Amuntai (Foto:MediaQuFa)

Program pelatihan dirancang secara sistematis untuk memperkuat standardisasi kompetensi guru, pengembangan metodologi pembelajaran Al-Qur’an, serta internalisasi etika profesi pendidik. Materi pertama disampaikan oleh (Cand.) Dr. Ridhatullah Assya'bani, M.Ag., yang mengelaborasi urgensi profesionalisme guru tahsin dan tahfizh dalam konteks pendidikan kontemporer. Paparan tersebut mencakup penguatan penguasaan makharijul huruf dan kaidah tajwid sebagai fondasi akademik, strategi manajemen kelas yang efektif, serta peneguhan integritas dan tanggung jawab moral pendidik dalam membimbing peserta didik secara komprehensif—baik dalam dimensi akademik maupun pembentukan karakter Qur’ani.

Momen pemaparan materi oleh 2 narasumber yang berasal dari Kampus STIQ Amuntai yaitu (Cand.) Dr. Ridhatullah Assya'bani, M.Ag dan Muhammad Majdi, M.Pd (Foto:MediaQuFa)

Materi kedua disampaikan oleh Muhammad Majdi, M.Pd., dengan tema Artificial Intelligence (AI) as a Learning Assistant: Optimalisasi Proses dan Hasil Pembelajaran. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman konseptual sekaligus praktik aplikatif terkait pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai instrumen pendukung penyusunan perangkat ajar yang sistematis, adaptif, dan kontekstual. Integrasi teknologi AI dalam pembelajaran diposisikan sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja guru, tetapi juga memperkaya variasi strategi pembelajaran dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman sebagai prinsip normatif pendidikan.

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Aula Agung Amuntai, mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WITA. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai simbol integrasi nilai nasionalisme dan religiusitas dalam pendidikan.

Momen peserta dengan khidmat mendengarkan pemaparan materi oleh Narasumber (Foto:MediaQuFa)

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, M. Syihabuddin, M.Pd. menyampaikan bahwa pelatihan triwulanan ini merupakan bagian dari desain pembinaan jangka panjang yang terintegrasi dengan forum MGMP Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan. Ia berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang koordinasi administratif, tetapi juga menjadi komunitas belajar profesional (professional learning community) yang aktif melakukan refleksi, inovasi, dan peningkatan mutu pembelajaran secara kolektif.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua STIQ Rakha Amuntai, Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP., yang mengapresiasi peran strategis QUFA Center dalam membangun sinergi kelembagaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara pada pengembangan program tahsin, tahfizh, dan amaliyah keagamaan di seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan dinas tersebut.

Ketua STIQ Rakha Amuntai, Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP., menyampaikan sambutan dan apresiasi terhadap pelaksanaan program pelatihan (Foto:MediaQuFa)

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Rita Murtafiah, M.Pd., mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang memberikan arahan agar para guru mampu mengoptimalkan peran profesionalnya di satuan pendidikan masing-masing sebagai agen transformasi mutu pembelajaran.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pengumuman pemenang lomba penyusunan modul bahan ajar Tahsin tingkat SMP Negeri yang disampaikan oleh Ketua QUFA Center STIQ Rakha Amuntai, Dr. Husin, M.Pd., sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi pedagogik guru. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber serta rapat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan se-Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Secara akademis, pelaksanaan program ini merupakan bagian dari strategi continuous professional development (CPD) yang menekankan pembinaan berkelanjutan berbasis kolaborasi kelembagaan dan responsivitas terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru semakin kompeten, adaptif terhadap transformasi digital, serta mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas, efektif, dan bermakna dalam membentuk generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual. 

Momen foto bersama seluruh peserta pelatihan dan para pemenang lomba penyusunan modul bahan ajar Tahsin tingkat SMP Negeri Se-Kabupaten HSU (Foto:MediaQuFa)


0 Comments